Laman

Jumat, 08 Februari 2013

Pengaruh Teknologi terhadap Kehidupan Sosial Anak



 Penelitian Sosial



Pengaruh Teknologi Terhadap Kehidupan Sosial Anak SD Di Era Globalisasi


BAB I
A.   Pendahuluan

I.                   Latar Belakang

            Di era globalisasi ini, barang teknologi atau yang akrab disebut gadget bukan menjadi barang yang langka  untuk ditemukan. Setiap aktifitas entah yang berkenaan dengan pendidikan, olahraga, ekonomi, social, maupun politik, akan selalu memanfaatkan kecanggihan teknologi guna mencari  informasi yang lebih teraktual dan mendalam.
            Tak perlu disusuri lebih lanjut, pengguna teknologi tidak mengenal usia. Mulai dari anak kecil hingga orang tua mudah beradaptasi dengan abad serba cepat ini. Namun,tak pelak itu memberikan efek yang cukup negative kepada kaum penggunanya. Modernisasi terkadang membutakan hakikat manusia sebagai makhluk social. Sikap yang individualistis menyebabkan manusia lupa akan berkomunikasi serta berinteraksi terhadap lingkungan di sekitarnya.
Terutama pada kalangan anak-anak, Mereka terlena akan kecanggihan teknologi sehingga meninggalkan masa kanak-kanaknya yang seharusnya bermain dengan teman-temannya di taman bermain.


II.                   Rumusan Masalah
1.  Apakah anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu bermain dan bersosialisasi di luar dengang teman sebayanya atau bermain gadget dirumah?
2.      Apa alasan mereka untuk lebih menyukai sosialisasi lingkungan/ bermain di gadget?
3.     Bagaimana dengan kehidupan social mereka? Apakah mereka masih suka berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung di era globalisasi ini dengan teknologi yang sudah canggih?
4.      Apa mereka lebih banyak punya teman di dunia maya atau di kehidupan nyata?

  
III.                   Tujuan Penelitian 
1.      Mengetahui sejauh mana pengaruh teknologi terhadap kehidupan social seorang anak. 
2.  Mencari tahu dampak positif dan dampak negative yang ditimbulkan pengaruh teknologi terhadap kehidupan social seorang anak. 
3.   Menelaah dan memberikan batasan kepada seorang anak dalam mengatur waktunya untuk besosialisasi dan waktu untuk bermain gadget.

 IV.                Hipotesis 
Menurut pengamatan kami lebih banyak anak SD zaman sekarang yang lebih menyukai game online ketimbang bermain di luar bersama teman-temannya. Sehingga interaksi komunikasi secara langsung pun sangat sedikit mereka lakukan dalam menjalani kehidupan sosialnya. 


BAB II
 


A.    Metode Penelitian 

I.                   Subjek Penelitian


Populasi dari penelitian ini adalah siswa/siswi kelas 1 hingga kelas 6 Sekolah Dasar
di Indonesia. Dengan penentuan sample (Sampling) secara acak sederhana ( Simple
Random Sampling )
   
II.                   Teknik Pengumpulan Data
Data yang kami peroleh merupakan Data Primer yang bersifat Kualitatif dengan Metode Wawancara (Interview) kepada beberapa sample.



BAB III
 




A.    Landasan Teori
Hubungan social  terjadi melalui komunikasi dan kontak social, atau yang kita sebut Interaksi sosial. Kimball Young dan Raymond W. Mack  mengemukakan bahwa interaksi sosial  merupakan kunci dari semua kehidupan sosial, karena tanpa interaksi sosial tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Interaksi sosial adalah hubungan - hubungan sosial yang dinamis, baik yang menyangkut hubungan antara individu dan individu, antara individu dan kelompok, maupun antara kelompok dan kelompok lain.  Fungsi sosialisasi ini bagi anak-anak ialah untuk mempelajari peran mereka dalam bermasyarakat. Tidak hanya berkutat dengan teknologi yang canggih, seorang anak juga perlu beradaptasi dengan lingkungan disekitar mereka.
Sedangkan pengertian teknologi menurut seorang sosiolog Amerika, Read Bain (1937), menulis bahwa technology includes all tools, machines, utensils, weapons, instruments, housing, clothing, communicating and transporting devices and the skills by which we produce and use them (“teknologi meliputi semua alat, mesin, aparat, perkakas, senjata, perumahan, pakaian, peranti pengangkut/pemindah dan pengomunikasi, dan keterampilan yang memungkinkan kita menghasilkan semua itu”). Kini definisi teknologi itu sendiri memperluas seiring perkembangan zaman yang semakin modern dan canggih. Tetapi seorang anak dibawah umur yang tentu saja tidak megetahui apa-apa tentang teknologi dan pengertiannya  tidak akan mengerti apa fungsi teknologi bagi kehidupan sosialnya. Anak-anak hanya akan beranggapan bahwa teknologi merupakan salah satu media pemuas hasrat bermainnya. Di era global seperti sekarang ini anak-anak sekolah dasar sudah dimanjakan oleh kecanggihan teknologi
B.      Hasil Penelitian
Dari hasil wawancara kami kepada siswa/I SD kami mengambil kesimpulan bahwa anak-anak seusia mereka lebih memilih bermain gadget tetapi mereka juga tidak meninggalkan komunikasi dengan anak-anak seusia mereka., walaupun presentasi waktu untuk bermain gadget lebih tinggi daripada berkomunikasi dengan anak-anak seusia mereka.
 
Berikut ini adalah dampak positif teknologi untuk perkembangan anak:

  • Teknologi seperti Internet membuat pola pikir anak menjadi lebih terbuka
  • Berbagai macam teknologi bisa menumbuhkan daya kreativitas anak
  • Dengan banyak duduk di depan komputer untuk mengakses internet, maka anak akan memiliki koordinasi yang baik antara mata, otak, dan tangan.
  • Internet juga bisa memberikan dampak yang positif bagi anak dalam memecahkan masalah yangs edang mereka hadapi
  • Dengan sering berhubungan dengan dunia internet, membuat anak menjadi lebih bisa berfikir kritis dan berkonsentrasi pada suatu hal
  • Teknologi bisa mengasah kemampuan anak dalam bidang verbal dan non verbal
  • Cara berfikir logis juga bisa ditumbuhkan melalui internet.
  • Kemampuan kognitif memori anak bisa berkembang dengan pesat  bila anak sering mengakses berbagai macam teknologi yang ada.
  • Mereka dapat mengetahui kemajuan teknologi .
  • Teknologi yang canggih dapat membantu mereka dalam berkomunikasi dan bersosialisasi di dunia maya.


Berikut ini adalah dampak negatif teknologi untuk perkembangan anak:

  • Terlalu asyik bermain gadget membuat anak mengesampingkan kehidupan sosialnya
  • Tanpa pengawasan yang ketat saat bermain internet, anak bisa mengakses semua halaman web yang tersedia. Termasuk konten - konten porno dan konten - konten negatif lainnya.
  • Walaupun memang jumlah teman di dunia maya tidak sedikit jumlahnya, namun tanpa arahan dari orang tua, maka bisa jadi teman - teman di dunia maya tersebut bisa memberikan dampak yang negatif bagi anak .
  • Data atau segala hal yang tersedia di media atau jejaring sosial tidak sepenuhnya benar dan anak belum mampu untuk membedakan serta menyaring informasi mana yang benar serta jenis informasi mana yang salah. 
  • Anak yang banyak memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mengerjakan tugas sekolahnya cenderung menjadi pribadi yang plagiat serta memiliki kemampuan yang buruk dalam menulis essay.
  • Dengan banyak mengakses internet, anak akan kesulitan dalam membedakan mana hal yang real serta mana hal yang tidak real.



BAB IV




  A.    Kesimpulan Dan Saran 
Dari hasil penelitian yang kami lakukan, anak-anak seusia mereka kini kehidupan sosialnya lebih terpengaruh oleh teknologi. Seringan anak usia dini berinteraksi dengan gadget dan juga dunia maya mempengaruhi daya pikir anak terhadap sesuatu diluar hal tersebut, ia juga akan merasa asing dengan lingkungan sekitar karena kurangnya interaksi sosial. Namun kemajuan teknologi juga dapat membantu daya kreatifitas anak, jika pemnafaatnya di imbangi dengan interaksi ia dengan lingkungan sekitarnya. Mereka tau bagaimana cara memanfaatkan teknologi untuk memuaskan hasrat bermain mereka. Sebaiknya orang tua mengawasi ketika anak-anaknya bermain gadget agar mereka tidak terlalu tergantung dengan gadget dan tidak melupakan untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar